Blog rekana
Panduan pembukuan & laporan keuangan untuk UMKM
Bacaan singkat dan praktis — mulai dari membaca laporan laba rugi, standar SAK EMKM, sampai kapan bisnis Anda butuh Review & Analisa Laporan Keuangan.

Laporan Arus Kas: Metode Langsung vs Tidak Langsung, Mana yang Cocok untuk UMKM
Bingung memilih metode langsung atau tidak langsung untuk laporan arus kas? Artikel ini membandingkan keduanya dengan contoh transaksi konkret agar UMKM tahu mana yang lebih mudah dan informatif.

Akuntansi Anjak Piutang (Factoring): Alternatif Pendanaan Cepat dari Piutang UMKM
Piutang menumpuk tapi kas kering? Anjak piutang bisa jadi jalan keluar. Pahami cara kerja factoring, beda with recourse dan without recourse, hingga jurnal pencatatannya agar tidak salah akui pendapatan dan biaya.

Mekanisme PPN: Pajak Keluaran, Pajak Masukan, dan Cara Menghitung Kurang/Lebih Bayar
Memahami logika mekanisme PPN dari sisi pembukuan UMKM PKP: bagaimana pajak keluaran dan pajak masukan bertemu tiap masa pajak, dan cara menghitung kurang atau lebih bayar tanpa salah.

Cash Conversion Cycle: Mengukur Seberapa Cepat UMKM Mengubah Persediaan dan Piutang Jadi Kas
Laba tercatat besar, tapi rekening tetap tipis? Cash Conversion Cycle (CCC) adalah metrik gabungan yang jarang dipakai UMKM padahal bisa menjelaskan ke mana perginya uang Anda. Simak cara menghitung dan memperpendeknya.

Pajak dan Pembukuan untuk Content Creator, Affiliate, dan Pelaku Bisnis Digital
Penghasilan dari endorse, AdSense, dan komisi afiliasi tetap punya kewajiban pajak dan pencatatan. Panduan praktis ini membantu kreator dan pelaku bisnis digital Indonesia merapikan pembukuan sebelum lapor SPT.

Sewa Guna Usaha (Leasing) untuk UMKM: Beda Finance Lease dan Operating Lease serta Cara Mencatatnya
Panduan praktis membedakan finance lease dan operating lease untuk UMKM, kapan aset sewaan harus masuk neraca, dan bagaimana mencatatnya dengan benar.

Akuntansi untuk Bisnis Kontraktor dan Jasa Proyek: Mencatat Termin, Retensi, dan Uang Muka
Bisnis berbasis proyek punya pola pendapatan yang unik: cair bertahap lewat termin, dipotong retensi, dan sering diawali uang muka. Simak cara mencatatnya agar laporan keuangan tetap akurat dan arus kas terjaga.

PPh Pasal 4 Ayat 2: Pajak Final atas Sewa, Bunga, dan Transaksi yang Sering Terlewat UMKM
Sewa ruko, bunga deposito, sampai hadiah undian ternyata punya kewajiban PPh final tersendiri. Kenali objek PPh Pasal 4 ayat 2 yang sering luput dari radar UMKM, cara menghitung, dan cara mencatatnya di pembukuan.

Metode Penilaian Persediaan: FIFO vs Rata-Rata Tertimbang untuk UMKM
Pilihan metode penilaian persediaan bisa mengubah angka HPP dan laba Anda tanpa mengubah satu pun transaksi riil. Simak cara kerja FIFO dan rata-rata tertimbang, serta kapan sebaiknya UMKM memakai masing-masing.

Cara Menghitung Komisi Penjualan Karyawan: Skema, Pencatatan, dan Pajaknya
Komisi penjualan sering tercampur dengan gaji pokok dalam pembukuan UMKM. Padahal, mencatatnya terpisah membantu Anda menilai kinerja tim sales sekaligus memenuhi kewajiban PPh 21 dengan benar. Simak panduan lengkapnya.

Alokasi Biaya Overhead Produksi: Cara UMKM Manufaktur Menghitung HPP yang Lebih Akurat
Banyak UMKM manufaktur hanya menghitung bahan baku dan upah, lalu lupa biaya overhead. Padahal alokasi overhead yang keliru bisa membuat harga jual salah dan margin tipis tanpa disadari. Simak cara mengalokasikannya dengan metode sederhana.

Rekonsiliasi Saldo Marketplace: Mencocokkan Payout, Fee, dan Penjualan agar Kas Tidak Selisih
Panduan teknis untuk seller online mencocokkan laporan penjualan marketplace dengan dana yang benar-benar masuk ke rekening, lengkap dengan langkah rekonsiliasi dan contoh penelusuran selisih.